Sitemap

Thursday, November 2, 2017

Isi Token Listrik Prabayar Tidak Akan Sulit Jika Menggunakan Langkah-langkah Ini

Listrik saat ini telah menjadi suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari kita. Beberapa tahun belakangan ini dan secara bertahap, para pelanggan listrik PLN sudah mulai menggunakan sistem listrik prabayar atau yang sering disebut dengan “listrik pintar”. Dengan sistem prabayar ini, pelanggan diharuskan untuk isi token listrik sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan. Bagi yang masih awam dengan listrik prabayar. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

Listrik

1. Apa itu token PLN?

Listrik pintar ini pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2012. PLN melakukan inovasi baru dengan nama Listrik Pra Bayar (LPB). Sepertinya, PLN terinspirasi dengan sistem prabayar dari vendor telekomunikasi. Tidak jauh berbeda dengan sistem prabayar pada provider handphone, listrik prabayar juga perlu diisi ulang dan pemakaiannya seperti pemakaian pulsa pada provider prabayar. Listrik prabayar ini digadang-gadang sebagai salah satu cara masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghemat pemakaian listrik.

2. Perbedaan listrik prabayar dan pascabayar?

Sudah berpuluh-puluh tahun sejak ada listrik, sistem penggunaannya masih konvensional. Pelanggan listrik PLN akan membayar tagihan di akhir bulan sesuai dengan pemakaian listrik selama sebulan penuh. Nominal tagihan masing-masing pelanggan tentu berbeda. Setelah itu barulah diperkenalkan listrik prabayar dimana nantinya masing-masing pelanggan mendapatkan nomor serial meter yang nantinya digunakan untuk mengisi pulsa listrik prabayar yang disebut dengan token, jumlah kWh yang akan didapat sesuai dengan nominal pengisian. Semakin banyak nominal pengisian maka semakin banyak pula nilai KWh yang Anda dapatkan. KWh inilah yang merupakan satuan aliran listrik.

Bagi Anda yang hendak beralih dari listrik pascabayar ke listrik prabayar atau listrik pintar, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana caranya isi token listrik:

Langkah 1.
Sebelum Anda bisa menikmati listrik prabayar, token harus dibeli dulu dalam bentuk voucher di beberapa tempat atau agen penjualan misalkan minimarket, bank, counter bahkan bisa melalui ATM dan beberapa situs belanja online atau agen reservasi online, caranya adalah dengan memberikan nomor serial meteran yang ada pada kartu listrik prabayar. Setelah membayar harga token, Anda akan mendapatkan nomor token yang berjumlah 20 digit sesuai yang tertera pada struk pembelian atau jika Anda membeli secara online, biasanya nomor token akan dikirim melalui SMS ke nomor handphone Anda atau bisa juga melalui email.

Langkah 2.
Langkah yang kedua adalah dengan menginput 20 digit nomor token yang sudah Anda terima ke meteran listrik. Pada meteran listrik prabayar, terdapat tombol-tombol angka dan tombol “enter” yang umumnya berwarna merah. Nomor token yang Anda input akan muncul pada layar kecil yang ada di bagian atas meteran. Periksa kembali nomor tersebut apakah sudah sesuai dengan apa yang tertera pada struk atau SMS yang Anda terima. Setelah benar-benar yakin, barulah tekan tombol enter.

Langkah 3.
Setelah menekan tombol enter, tunggulah beberapa saat sampai kemudian muncul tulisan pada layar meteran bertuliskan “benar”. Jika tulisannya “salah” maka Anda harus menginput kembali nomor tokennya.

Setelah berhasil isi token listrik, maka saat Anda menyalakan lampu atau perabotan listrik lainnya maka nilai kWh secara otomatis juga berkurang sesuai dengan pemakaian listrik. Usahakan untuk selalu memantau nilai kredit kWh pada meteran agar Anda bisa mengatur dan menghemat penggunaan listrik. Biasanya jika nilai kWh sudah hampir habis, maka meteran akan berbunyi sampai Anda mengisinya kembali


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.juruseo.com di inbox anda:


0 comments:

Post a Comment